Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

PIPIMU

Gambar
Pipimu IPUNK èstoh Pipimu orange seperti mangga matang Orang-orang ingin mencicipi namun tak sampai Karna belum jatuh dari pohonnya nan tinggi Kelelawar mencium harum sampai ke seberang Terbang mencari harum itu juga ditemukan Ataukah disembunyikan di belakang sayapnya Tak masalah kulitnya terkelupas sampai bersih tak ada sisa Kutunggu jatuhnya agar tetap kucicipi buahnya. Pangarangan, 29 November 2017

PENA

Gambar
Pena IPUNK èstoh Penaku laiknya sumber mata air Yang tak pernah terkikis oleh waktu Tumbuh, mengalir dalam sajakku. Pangarangan, 25 November 2017

PADA KERTAS

Gambar
Pada Kertas IPUNK èstoh Pada Kertas  Pena tak pernah berhenti  Menetes pada ujungnya Melukis makna di musim semi Pada Kertas  Kulampiaskan rindu Tentang rasa dan hasrat  Pangarangan, 24 November 2017

Pendidikan Calon Tanda

Gambar
Pendidikan Calon Tanda Matahari bersinar terang Daun-daun cemara sambil berfilsafat Burung berkicau dan bintang bertebaran dimana-mana Bulanpun berlayar di atas puncak kepala Semangat darahmu mengalir Keselah-selah nadi Mempupuk mantra di tubuh kita Mengukir prestasi tujuan kita Empiris dan logika pandangan kita Ya... tentu saja nyata Tapi, ini adalah akrobat kehidupan Pada masa itu, Puisi nagarakertagama tertulis pada prasasti Orang-orang berlomba membaca Meresapi roh dan membangunkan jasadnya Namun...!!? Mentari terbit segenap susah Bunga melati layu, mawarpun loyu Apabila politik kekuasaan terbentur di bawah kolong meja Memberi isyarat dan tanda Mengalir dalam darah merah Perang paregreg tidak terbendung lagi Ya...iya...iya... Musim sudah berubah Tentu saja berubah, kita didik untuk siapa? Menjadi lawan atau kawan? Teman berkata; kalau kita lawan, kenapa kita didik? Namun kalau kita kawan, kenapa kita harus tunduk pada birokrasi yang tidak sejalan? ...

SEHABIS PERCAKAPAN V

Gambar
Sehabis Percakapan V Sulit aku menolak Berpadu kasih denganmu Bahasanya yang rimbun  Masuk ke rongga hatiku Menyisakan harapan mengalir kedalam nadi Aku tau pandanganmu bertolak belakang Tetapi aku akan menetesi embun sampai kekalbumu Sekarang hujan turun kembali Akan menyuburi ladang-ladang pikiranmu Menyerap masuk sampai kedalam kaki bumi  Tumbuh menjalar rumput-rumput dipinggir kali itu  Hujannya sudah mulai rendah sisahkan becek dijalan pelosok desa Orang-orang enggan keluar rumah takut jatuh di lumpur bermakna Pangarangan, 18 November 2017

AKU TAU

Gambar
Aku Tau Aku tau Pamfletku tak mampu Merasuk sukmamu Tetapi aku akan menghujani dengan air mata kesedihanku Tujuh langit menjadi saksi Atas kegelisahanku malam ini yang berkobar di cakrawala jiwa. Alun-alun kota, 18 November 2017

BAHASA KALBU

Gambar
Bahasa Kalbu Sulit aku berbohong Tentang bahasaku kepadamu Tetapi aku akan melakukannya berkali-kali Aku takut apabila kamu mengetahui akan menjauhi Aku tulis bahasa kejujuranku kepadamu Didalam sajak-sajakku Yang tumbuh sendiri bahasa kalbuku Bahasa adalah alat komunikasi Bahasa adalah penyambung lidah yang kaku Bahasa adalah bisikan angin malam yang bergebu-gebu Pangarangan, 17 November 2017

KEMBALI HABITATNYA

Gambar
Kembali Habitatnya Mentari terbit pagi ini Kembali kehabitat sempurnanya Tidak mendung, kalangkabutan, terang menerang Laiknya pelangi dikala hujan mulai mencatat sejarah. Pangarangan, 17 November 2017 IPUNK èstoh

Berselimut Bayang-bayangmu

Gambar
Berselimut Bayang-bayangmu Udara dingin masuk kedalam kamar Melewati ventilasi jendela Merasuk kekalbu asmaraku Aku kedinginan melatiku... Hanya berselimut bayang-bayang wajahmu Yang mengganggu pikiranku Aku tau kamu adalah sebongkah batu permata Yang tak mudah untuk di ukir Namun air mata kesedihanku Akan melukis menjadi gambar dan dipajang ditengah-tengah kota abadilah cinta kita besertanya Pangarangan, 16 November 2017 IPUNK èstoh

SAJAK PERAWANKU II

Gambar
Sajak Perawanku II Suara gemuruh menggelegar menembus jendela Aku takut menyambar tulang rusukku yang masih sakit Belum sempat kurajut kembali akibat benturan lalu Bantu aku merawat dan menjaganya perawanku Teteskan embun pagi pelepah menjadi darah suci Menyirami nadi dan kelenjar-kelenjar kehidupan. Pangarangan, 14 November 2017 IPUNK èstoh

Sehabis Percakapan II

Gambar
Sehabis Percakapan II Oh, Melatiku... Sehabis hujan turun malam ini aku bersimpuh mengingat wajahmu terbayang-bayang di cakrawala jiwa menjadi benih didalam kalbu, tubuh, dan berkembang masuk kedalam sukma asmaraku Oh, Melatiku... Tubuhmu harum mewangi melintasi negeri seberang seisi alam jagat raya menghirup udara pengantin. Pangarangan, 12 November 2017 IPUNK èstoh

Sehabis Percakapan

Gambar
SEHABIS PERCAKAPAN Sehabis Percakapan Sehabis Percakapan kita malam ini Hujan turun seisi langit menjadi saksi Bahwa kabut gambar kehilangan sirna bersama amarah Jiwaku bersahaja melalui sepucuk pesan singkat Yang kau kirimkan lewat angin malam sepintas sepi Raga dan jazatku terbang melayang-layang di udara jiwa Terlelap sampai fajar menjelma membawa harum melati. Pangarangan-Pasongsongan, 10-11 November 2017 IPUNK èstoh

Sajak Perawanku

Gambar
SAJAK PERAWANKU Sajak Perawanku Dikala gerimis mengumbar nafsu Sumpit pipimu memberi isyarat Membentang di kaki langit Terkaparlah aku dalam pangkuanmu Sucikanlah perawanmu dengan tasbih Sebab aku tak ingin menyentuhnya Bila masih terdampar kuman-kuman masa lalu Kunanti kesucianmu dalam sakral ilahi. Pangarangan, 08 November 2017 IPUNK èstoh