Pendidikan Calon Tanda

Pendidikan Calon Tanda

Matahari bersinar terang
Daun-daun cemara sambil berfilsafat
Burung berkicau dan bintang bertebaran dimana-mana
Bulanpun berlayar di atas puncak kepala

Semangat darahmu mengalir Keselah-selah nadi
Mempupuk mantra di tubuh kita
Mengukir prestasi tujuan kita
Empiris dan logika pandangan kita
Ya... tentu saja nyata
Tapi, ini adalah akrobat kehidupan

Pada masa itu,
Puisi nagarakertagama tertulis pada prasasti
Orang-orang berlomba membaca
Meresapi roh dan membangunkan jasadnya

Namun...!!? Mentari terbit segenap susah
Bunga melati layu, mawarpun loyu
Apabila politik kekuasaan terbentur di bawah kolong meja
Memberi isyarat dan tanda
Mengalir dalam darah merah
Perang paregreg tidak terbendung lagi

Ya...iya...iya...
Musim sudah berubah
Tentu saja berubah, kita didik untuk siapa?
Menjadi lawan atau kawan?
Teman berkata; kalau kita lawan, kenapa kita didik?
Namun kalau kita kawan, kenapa kita harus tunduk pada birokrasi yang tidak sejalan?
Kita ini bukan barang, yang cukup hanya ditukar dengan janji uang.

Bendera kita boleh berbeda,
Wirabhumi dan Wikramawardhana satu darah
Agar tidak mengundang pertumpahan darah
Hanya karna pertengkaran edan yang membara

Kita ini mahasiswa...
Tidak tuli dan tidak buta
Ilmu-ilmu yang di ajarkan
Akan menjadi senjata
Dan dijual di pasaran
Semoga tidak jadi alat penindasan

Bapaknya yang petani
Menjual sawahnya untuk anaknya
yang mencari ilmu pengetahuan
Supaya nasibnya tidak seperti mereka
Memberi warna pada saatnya

Sajak kita tidak akan redah begitu saja
Akan tumbuh di jalan-jalan
Menjadi danau di pinggir pantai
Dan akan menjadi ombak di samudera.

@IPUNK_èstoh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Fajar, Kamu Senja