Awal Mula HMI Berdiri
Sejarah HMI Berdiri
Sebelum berdirinya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) awal mulanya pada tahun 1946 telah terbentuk lebih dulu sebuah organisasi kemahasiswaan yang memiliki nama Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) yang anggotanya terdiri dari kumpulan mahasiswa tiga Perguruan Tinggi di Yogyakarta, yaitu Sekolah Tinggi Teknik (STT), Sekolah Tinggi Islam (STI) dan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada (sekarang UGM)
Tanpa spanduk, pengeras suara, makan dan minum,dan pembawa acara Organisasi HMI didirikan di pada Hari Rabu 05 Februari 1947, pukul 16.00 WIB sore di ruangan kuliah STI, jalan Setyodingratan Yogyakarta. Kala itu, seorang mahasiswa meminta izin kepada Hussein Yahya, Dosen Tafsir Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta. Didepan teman – temannya, pemuda 25 tahun itu mengatakan :
“Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Islam, karena semua persiapan dan perlengkapan sudah beres. Siapa yang mau menerima berdirinya Organisasi mahasiswa Islam ini, itu sajalah yang diajak, dan yang tidak setuju biarkanlah mereka terus menentang.”
Mahasiswa itu adalah Lafran Pane, lahir 05 Februari 1922. Beliau berasal dari Padang sidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia adalah adik kandung daro dua sastrawan terkemuka Armijn Pane dan Sanusi Pane. Tidak seperti keduanya, Lafran Pane memili jalur aktivis mahasiswa dan mendirikan HMI. Lafran pane sendiri menolak satu – satunya disebut sebagai pendiri HMI, biarpun faktanya dia penggagas dan yang memprakasainya.
Pada saat pendirian HMI tokoh – tokoh pemuda yang terlibat yaitu Lafran Pane sebagai ketua dan Wakil Ketua Asmin Nasution, bersama rekan lainnya yaitu Dahlan Husain, Kartono Zarkasi, Thayeb Razak, Maisaroh Hilal, Suwali, Yusdi Ghozali, Mansyur, Siti Zainab, Hasan Basri, Zukkarnaen, Toha Mashudi, Bidron Hadi, M. Anwar.
Lafran Pane akhirnya menerima keputusan Kongres HMI XI di Bogor, 23 – 30 Mei 1974, yang menetapkannya sebagai penggagas pendiri HMI. Chumaidy Syarif Romas yang diutus PB HMI menyampikan surat itu mengatakan, bahwa penetapan itu berdasarkan penelitian dan ditujukan demi kejelasan sejarah HMI. Selain itu, PB HMI telah memberikan piagam kepada Lafran Pane sebagai pemrakasa berdirinya HMI, yang ditanda tangani Akbat Tandjung dan Gambar Anom sebagai ketua umum dan Sekjend PB HMI kala itu.
Baru – baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional terhadap empat orang di antaranya Lafran Pane. Lafran Pane yang berasal dari Yogyakarta diberi gelar pahlawan bukan karena terlibat peperangan, namun karena mendorong pertumbuhan gerakan pemuda di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Yakin Usaha Sampai

Keren kanda
BalasHapus